Oleh: Tim Kajian Pusat Studi Pedesaan Universitas Pattimura
Pariwisata kini menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di kawasan timur Indonesia. Kota Tual, yang terletak di Kepulauan Kei, memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi ekowisata bahari dan budaya. Namun, bagaimana strategi terbaik untuk mengoptimalkan potensi tersebut?

Artikel ini mengulas hasil kajian performance pembangunan pariwisata di Kota Tual yang dilakukan melalui konsultasi publik, lengkap dengan strategi, analisis, dan arah pengembangan berbasis data.


🌊 Potensi Pariwisata Kota Tual yang Belum Maksimal

Kota Tual memiliki kekayaan wisata yang sangat beragam, mulai dari:

  • Wisata pantai: Pantai Difur, Nam Indah, hingga Dullah Darat
  • Wisata pulau eksotis: Pulau Bair, Pulau Adranan, Pulau Kaimer
  • Wisata budaya & sejarah: Goa Tengkorak Yamtel, Benteng Duroa
  • Ekowisata mangrove & desa wisata

Selain itu, kekayaan budaya seperti Festival Kut Kutan dan kuliner khas berbasis hasil laut menjadi daya tarik tambahan yang unik.

👉 Kesimpulan awal: Tual punya “modal besar”, tapi belum sepenuhnya dioptimalkan.


📊 Kajian Performance: Mengukur Kesiapan Pariwisata

Kajian ini menggunakan pendekatan 3A+1A, yaitu:

  • Attraction (Atraksi): Sangat kuat (alam bahari & budaya)
  • Accessibility (Aksesibilitas): Cukup, tapi masih terbatas
  • Amenities (Fasilitas): Masih kurang
  • Ancillary (Layanan pendukung): Perlu penguatan

🔍 Hasil Analisis SWOT

Kekuatan:

  • Potensi wisata tinggi
  • Dukungan pemerintah & masyarakat
  • Akses dasar sudah tersedia

Kelemahan:

  • Fasilitas wisata terbatas
  • Infrastruktur dasar belum memadai
  • SDM pariwisata masih kurang

Peluang:

  • Pengembangan destinasi baru
  • Promosi digital & riset
  • Peningkatan kunjungan wisata

Ancaman:

  • Perubahan iklim
  • Persaingan destinasi lain
  • Isu keamanan & pelestarian

📌 Posisi strategi berada di kuadran III, artinya:
➡️ Butuh perbaikan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.


🚀 Strategi Optimalisasi Pembangunan Pariwisata

Hasil konsultasi publik menghasilkan 4 strategi utama:

1. Peningkatan Infrastruktur

  • Pembangunan dermaga dan fasilitas dasar
  • Penyediaan air bersih, listrik, dan fasilitas kesehatan
  • Pengembangan sarana wisata pantai

2. Penguatan Destinasi

  • Paket wisata terpadu (bahari + kuliner)
  • Wisata camping & island hopping
  • Penyesuaian kunjungan dengan kondisi alam

3. Pengembangan SDM Pariwisata

  • Pelatihan pemandu wisata & operator transportasi
  • Penguatan UMKM lokal
  • Digital marketing pariwisata

4. Penguatan Kelembagaan

  • Pariwisata berbasis komunitas
  • Regulasi pengelolaan destinasi
  • Sistem bagi hasil yang adil

💡 Branding: “Surga Bahari yang Kaya Rasa”

Branding yang dipilih untuk Kota Tual adalah:

“Surga Bahari yang Kaya Rasa”

Maknanya:

  • 🌊 Surga Bahari → Keindahan laut yang luar biasa
  • 🍽️ Kaya Rasa → Kuliner lokal yang autentik

Keunggulan branding ini:

  • Lebih emosional & menarik
  • Mudah diingat
  • Memiliki positioning kuat dibanding destinasi lain

📈 Dampak Pengembangan Pariwisata

Jika strategi ini dijalankan dengan baik, dampaknya sangat luas:

Bagi Pemerintah

  • Peningkatan PAD
  • Roadmap pembangunan yang jelas

Bagi Pelaku Usaha

  • Peluang bisnis & jaringan lebih luas
  • Akses program pengembangan

Bagi Masyarakat

  • Lapangan kerja baru
  • Peningkatan kesejahteraan

🧭 Roadmap Pengembangan

Jangka Pendek (1 tahun):

  • Regulasi retribusi wisata
  • Pelatihan SDM
  • Sistem informasi digital

Jangka Menengah (2–3 tahun):

  • Infrastruktur destinasi prioritas
  • Standarisasi layanan

Jangka Panjang (5 tahun):

  • Tual sebagai hub pariwisata regional
  • Smart tourism destination

✨ Kesimpulan

Kajian performance menunjukkan bahwa Kota Tual memiliki potensi besar menjadi destinasi unggulan ekowisata bahari berkelanjutan.

Namun, kunci keberhasilan terletak pada:

  • Peningkatan infrastruktur
  • Penguatan SDM
  • Kolaborasi stakeholder
  • Implementasi strategi secara konsisten

👉 Dengan pendekatan yang tepat, Tual bukan hanya destinasi indah—tetapi benar-benar bisa menjadi “surga bahari yang kaya rasa” di Indonesia Timur.

Lihat artikel Jurnal: KONSULTASI PUBLIK KAJIAN PERFORMANCE DALAM RANGKA OPTIMALISASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KOTA TUAL

Kutipan: Ega, L., Irwanto, I., Boreel, A., Sinay, L. J., Tupan, J. M., Ferdinandus, S. J., … & Regar, E. (2025). KONSULTASI PUBLIK KAJIAN PERFORMANCE DALAM RANGKA OPTIMALISASI PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KOTA TUAL. BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 135-144.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.