Rao dengan nama ilmiah Drancontomelon dao (Blanco) Merr & Rolfe termasuk dalam famili Anacardiaceae, mempunyai habitus pohon sedang sampai besar, sering menggugurkan daun, ketinggian pohon dapat mencapai 55 m dengan diameter pohon dapat mencapai 3 m. Nama lokal : Dau, Dahu, Rau (Jawa), Basuong, Singkuwang (Sumatera),Sengkuang (Kalimantan), Rao, Rau (Sulawesi), Dau, Rau (Bali, NTB, NTT), Rau, Sakuan (Maluku) dan Basuong (Papua).

Penyebaran. Jenis ini tumbuh tersebar dalam hutan primer atau hutan sekunder, terutama pada dataran rendah. Secara alami tumbuh pada daerah dengan curah hujan yang tinggi (1.800-2.900 mm/tahun). Tumbuh pada berbagai macam tipe tanah seperti gley humus, organosol, podsolik merah kuning atau tanah aluvial pada daerah rawa. Batang utama silindris, lurus, kadang-kadang berbuncak, tinggi bebas cabang dapat mencapai 20-25 m, dan diameter pohon dapat mencapai 150 cm. Banir tipis dan jelas, tinggi sampai dengan 6-8 m; permukaan pepagan luar licin, kecuali adanya sisik-sisik cokelat kekuning-kuningan atau abu-abu yang terkelupas tidak teratur. Takikan batang pepagan tebalnya 7-10 mm, lunak, berwarna kuning cokelat atau kuning terang, mengeluarkan getah cair merah jambu pucat. Daun majemuk menyirip, tersusun spiral, mengelompok di ujung ranting, anak daun berhadapan/berseling agak tidak simetris, bangun daun bulat telur sampai lonjong, tepi daun rata dengan bagian bawah helaian anak daun dormatia, daun berbulu dan kadang tidak berbulu. Bunga berukuran sangat kecil (diameter 2 mm), panjang 7-10 mm, panjang gagang bunga hingga 50 cm, bercuping 5, kuning kehijauan, kelopak berambut. Buah berbentuk bulat oval, diameter 2,5-3,8 cm, berwarna hijau waktu muda dan kuning kecokelatan waktu matang. Biji bersifat rekalsitran, dalam 1 kg terdapat 520-620 biji. Pohon berbuah sepanjang tahun, dan buah masak pada bulan April sampai Juni dan buah jatuh mulai bulan Juni sampai Juli. Bentuk tajuk membulat.

Batang Pohon Buah Rao

Pemanfaatan. Kayunya termasuk kelompok jenis Kayu Indah II, dengan kelas awet IV dan kelas kuat III-IV. Rata-rata berat jenis kayu adalah 0,58, mudah dikerjakan dan dibentuk dengan baik. Karena corak kayunya yang indah, kayu dahu umum digunakan untuk mebel, perlengkapan interior, kabinet, vinir hias, kayu lapis, panel, moulding, lantai, dan bangunan kapal, bahan membuat batang korek api, barang kerajinan seperti patung dan ukiran, serta sebagai bahan pulp dan kertas, dan juga sebagai sumber energi. Selain kayu, beberapa bagian dari pohon ini bisa dimanfaatkan. Buahnya dapat dimakan dan bila matang rasanya manis. Di Papua Nugini, daun dan buah dimasak sebagai sayur, sedangkan di Maluku digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk disentri, sedangkan kulit batangnya dapat diseduh untuk membantu persalinan pada wanita. Bunga juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

Budidaya. Tanaman dahu umumnya dilakukan secara generatif, yakni dengan menggunakan biji. Ekstraksi benih dilakukan dengan cara buah diperam dalam karung selama 1 malam, kemudian digosok dengan tangan sampai daging buah lepas. Setelah itu dicuci bersih, kemudian diangin-anginkan. Tipe dormansi fisik, yaitu struktur kulit biji keras dan kedap mengakibatkan terhambat penyerapan terhadap air atau gas pada proses perkecambahan.

Daftar Pustaka:

  • Heyne, K, 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia I, Badan Litbang Departemen Kehutanan, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta.
  • Heyne, K, 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II (Terjemahan Badan Litbang Kehutanan), Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan, Jakarta.
  • Orwa at al. 2009. Dracontomelon dao. Agroforestry Database 4.0. The World Agroforestry Centre (ICRAF). www.worldagroforestry.org/treedb/AFTPDFS/Dracontomelon_dao.PDF. Diakses tanggal 12 November 2018.
  • Sumirat F.Y, 2012. Dracontomelon dao (Blanco) Merr. & Rolfe. Informasi Singkat Benih No. 144, Desember 2012. BPTH Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber:

Irwanto,  A. Tuhumury, A. Sahupala, L. Pelupessy, M. Loiwatu, L. Siahaya, F. Tetelay dan R. Oszaer. 2019. POHON MALUKU. Penyebaran, Pemanfaatan dan Budidaya. Pattimura University Press. Ambon. ISBN:  978-602-5943-11-9. Hal. 57-59.

By Irwanto

One thought on “Buah Rao (Dracontomelon dao) Pohon Maluku. Penyebaran, Pemanfaatan dan Budidaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.